Warta TangSel
Jakarta-Serpongkita.com-Tujuh dari sembilan pejabat teras Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tidak tampak batang hidungnya dihari pertama kerja. Para pejabat itu sepertinya masih lelah setelah melalui prosesi yang cukup menguras tenaga kala mengikuti pelantikan. Maklum saja, dipundak pejabat itulah maju mundurnya Kota Tangsel akan ditentukan.
Dan, menariknya, sebagian masyarakat sepertinya enggan untuk mencari tahu lebih jauh seputar mbolosnya para pejabat anyar tersebut. Bahkan nyaris tidak ada yang menaruh rasa curiga sedikitpun atas keteledoran yang telah diperbuat pejabat. Padahal sejatinya, hari pertama di isi dengan aneka kegiatan sebagai langkah permulaan dan sekaligus pijakan untuk menuju gerbang kemajuan serta kesejahteraan rakyat Kota Tangsel.
Kendati begitu, untuk sebagian masyarakat yang agak kritis, fakta mbolosnya pejabat anyar itu cukup mengundang spekulasi. Mereka menilai tidak ngantornya pejabat itu pasti ada penyebab dan faktor lain yang mesti dijelenterehkan ke ranah publik. Mengapa pasal? Itu tidak lepas dari jabatan publik yang dipangku para pejabat anyar itu. Jabatan publik itu tidak lahir dan tercipta di ruang hampa. Karena itu, sepakterjang yang dilakukan pejabat bersangkutan tidak boleh mengorbankan kepentingan publik.
Pendeknya, apapun yang dilakukan pejabat pada praktiknya tidak boleh menyimpang dari koridor apalagi sampai mengorbankan pelayanan yang menjadi hak masyarakat.
Usut punya usut, kerisauan sebagian masyarakat atas tidak ngantornya para pejabat tersebut ternyata cukup beralasan dan menemui titik terang. Dari penelusuran reporter Serpongkita.com pasca pelantikan Selasa (17/3) lalu, tepatnya sekitar pukul 22.30, tujuh pejabat menghadiri pertemuan tertutup dengan perwakilan pentolan pejabat teras Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.
Para pejabat ini meluncur setelah pada sore hari pasca pelantikan mendapat Short Message Service (pesan singkat, Red) dari seseorang. Bunyi pesan itu memerintahkan pejabat untuk meluncur ke Penang Bistro, Apartemen Oakwood, di kawasan Mega Kunigan, Jakarta Salatan, lokasi digebernya pertemuan super penting itu.
Melalui pengintaian yang cukup alot, reporter Serpongkita.com akhirnya mendapat bocoran lebih lengkah seputar pertemuan tersebut. Dari sumber terpercaya, para pejabat tersebut diundang ke restoran elit itu, karena akan mendapat arahan dari Gubernur. Nah, ketika Serpongkita.com menelusuri pertemuan tertutup itu, turunlah seorang wanita dari mobil Mercedes Benz bernopol B 10622 TAA. Wanita itulah yang memberi arahan menggantikan posisi sang Gubernur.
Kala reporter kami mencoba menggali informasi seputar isi pertemuan, seorang pelayan bernama Sari mengatakan restoran sudah tutup. Tidak mau pulang dengan tangan hampa, Serpongkita.com terus memburu hasil pertemuan tersebut, nampak seorang pegawai Kecamatan Pamulang juga turut hadir dalam pertemuan tersebut. Setelah ditelusuri kabarnya, para pejabat yang hadir di briefing untuk mengawal 2009 dan 2010.
Dapat dipastikan dalam situasi pemilu saat ini diperlukan situasi yang kondusif untuk menjaga stabilitas keamanan pemilihan anggota Legislatif dan Pilpres serta di tahun 2010 akaan ada hajatan besar bagi warga Tangerang Selatan untuk memilih secara demokratis Walikota Tangsel . (wan)
Labels: Warta TangSel
0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home